
Bojonegoro — Keluarga besar RS Muslimat NU Bojonegoro menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, komitmen, serta khidmah KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf dalam mengemban amanah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) pada periode 2021–2026.
Direktur RS Muslimat NU Bojonegoro, drg. Sofan Solikin, menyampaikan bahwa kepemimpinan para kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.
Menurutnya, lima tahun masa kepemimpinan PBNU 2021–2026 telah menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Berbagai dinamika sosial, keagamaan, kebangsaan, perkembangan teknologi, hingga perubahan dunia menjadi tantangan yang harus dihadapi NU dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Kami keluarga besar RS Muslimat NU Bojonegoro menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf atas dedikasi, komitmen, dan khidmah beliau dalam memimpin serta membesarkan Nahdlatul Ulama selama periode 2021–2026. Semoga seluruh pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tutur drg. Sofan Solikin.
Ia menambahkan, semangat khidmah kepada jam’iyah dan jamaah merupakan nilai yang harus terus diteladani oleh warga Nahdliyin, termasuk mereka yang mengabdikan diri di bidang kesehatan. Rumah sakit yang tumbuh dari lingkungan NU dan Muslimat NU, menurutnya, juga memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut melalui pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berpihak kepada kemaslahatan masyarakat.
Bagi RS Muslimat NU Bojonegoro, nilai pengabdian yang diwariskan para ulama menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperoleh pelayanan medis, tetapi diharapkan juga menghadirkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pelayanan yang dilandasi nilai keislaman.
“Khidmah bisa dilakukan melalui banyak jalan. Para kiai mengabdikan ilmu dan kehidupannya untuk membimbing umat. Kami yang berada di bidang kesehatan berusaha meneruskan semangat tersebut dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inilah yang harus terus kita jaga,” lanjut drg. Sofan.
Pihaknya juga berharap perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan semakin kuat dalam menjaga persatuan umat, merawat tradisi keislaman yang moderat, memperkokoh kehidupan kebangsaan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai bidang pengabdian, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan umat.
RS Muslimat NU Bojonegoro pun mengajak seluruh keluarga besar Nahdliyin untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan serta menghormati para ulama yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk berkhidmah kepada NU.
“Terima kasih atas dedikasi, komitmen, dan khidmah dalam memimpin Nahdlatul Ulama periode 2021–2026. Semoga NU senantiasa diberi kekuatan, keberkahan, dan terus menjadi rumah besar yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas drg. Sofan Solikin.